Tuesday, April 3, 2018

[Tips] Agar Balita Tidak Cemburu Dengan Adek Barunya

"Mbak, Alfi cemburu ga sama adeknya?", pertanyaan itu lumayan sering saya dengar ketika saya sudah melahirkan. Wajar saja kalau orang bertanya seperti itu karena ketika adeknya lahir, umur Alfi belum genap 5 tahun, masih balita (bawah lima tahun). Drama yang sering terjadi kalau masih balita punya adek biasanya memang cemburu. 

Tapi alhamdulillah saya tidak mengalaminya, sejak hamil sampai melahirkan hampir tidak ada drama. Alfi kelihatan seneng banget mau punya adek. Dramanya sih waktu adeknya mau lahir, manjanya minta ampun. Mungkin Alfi galau, antara seneng mau punya adek sama sedih karena kasih sayang ibunya bakal terbagi.

Saturday, March 17, 2018

Review V10 Plus Water Based Peeling Dan Serum Anti-Aging Series

Memiliki bayi lagi menjelang usia cantik dan setelah anak pertama hampir umur 5 tahun itu menjadi tantangan tersendiri buat saya. Bagaimana tidak? Saya yang tadinya sudah lumanyan nyaman, (tidur nyaman, makan bebas) karena anak sudah tidak ngeASI, tiba-tiba harus menahan diri dari godaan makanan yang menggiurkan seperti sambel dan harus begadang lagi untuk menyusui maupun ganti popok. 

Sedangkan siangnya, harus mengurus 2 bocil yang kadang bikin emosi menjadi-jadi. Boleh dibilang, semua waktu saya berikan untuk mereka semua. Sedangkan saya sendiri? Ah bisa sholat atau mandi secepat kilatpun sudah jadi hal yang istimewa.

Wednesday, March 7, 2018

Selain Kuliner, Tempat Wisata di Padang Ini Juga Wajib Anda ‘Cicipi’!

Sate padang dan jam gadang hanyalah sedikit dari daya tarik yang dimiliki Kota Padang. Sebagai kota yang memiliki histori panjang dan kaya kebudayaan, ada banyak destinasi lain yang dapat dinikmati selagi berada di sini. Diantaranya:

Jembatan Siti Nurbaya

C:\Users\yustianto.tantama\AppData\Local\Microsoft\Windows\INetCache\Content.Word\jembatan siti nurbaya padang (aet).jpg
Source : aet
Di beberapa tempat lain, umumnya jembatan bukanlah sebuah destinasi wisata. Namun tidak demikian dengan salah satu ikon Kota Padang ini, Jembatan Siti Nurbaya.
Penamaan jembatan yang dibangun sejak tahun 1995 dan baru selesai pada tahun 2002 ini bukan tanpa alasan. Di puncak Gunung Padang, ada sebuah makam yang konon diyakini sebagai makam Siti Nurbaya, karakter bernama serupa yang ada di dalam novel termahsyur Siti Nurbaya karya Marah Rusli. Dari situlah jembatan ini dinamai demikian.
Waktu terbaik untuk menikmati suasana di jembatan ini tentu bukanlah pada siang hari. Jika Anda bermaksud untuk menyinggahinya, datanglah selagi senja atau ketika matahari terbenam. Dari tempat ini, Anda bisa menyaksikan pemandangan Kota Padang yang cantik dan memberi kesan romantis. Bila ingin sembari mengganjal perut pun, ada banyak warung yang menjajakan hangatnya jagung bakar.

Taman Siti Nurbaya

C:\Users\yustianto.tantama\Documents\Yustianto\Content\Offpage Backlinks\Images\taman siti nurbaya padang (garnesia).jpg
Source : garnesia
Bila Anda ingin mengunjungi tempat yang tenang, sejuk, dan asri dengan pemandangan serba hijau, datanglah ke Taman Siti Nurbaya, Padang. Lokasinya berdekatan dengan Jembatan Siti Nurbaya, tepatnya sekitar 500 meter di sisi barat jembatan.
Tempat ini cocok bagi Anda yang ingin sejenak terlepas dari hiruk pikuk kota yang membuat penat. Pemandangan dari tempat ini mirip dengan bukit yang ada di film kartun legendaris, Doraemon. Karena itu, tidak heran jika beberapa orang juga kerap menyebut Taman Siti Nurbaya dengan sebutan Bukit Nobita.

Lobang Jepang

C:\Users\yustianto.tantama\Documents\Yustianto\Content\Offpage Backlinks\Images\lobang jepang padang (pesona).jpg
Source : pesona
Pada zaman kependudukan Jepang, Padang bukanlah sebuah wilayah pengecualian. Kota ini juga menjadi saksi bisu kejamnya penindasan Nippon terhadap pribumi. Salah satu bukti yang tersisa dari masa kelam tesebut adalah Lobang Jepang.
Lobang Jepang sebenarnya berada di kawasan yang sama dengan Jam Gadang, yaitu Bukittinggi. Jika berjalan kaki, kira-kira hanya diperlukan waktu sekitar 15 menit.
Dulunya, tempat ini dibangun dengan fungsi sebagai penjara dan benteng untuk pertahanan kaum penjajah Jepang. Bahkan, lubang ini konon mampu menahan letusan bom seberat 500 kg.  Pembuatannya dilakukan atas instruksi Letjen Moritake Tanabe dan membutuhkan waktu sekitar 3 tahun. Tidak terhitung berapa banyak pekerja pribumi yang tewas dalam pengerjaan lubang sedalam 49 meter di bawah permukaan tanah ini.

Janjang Saribu

C:\Users\yustianto.tantama\Documents\Yustianto\Content\Offpage Backlinks\Images\Janjang Saribu Bukittinggi padang (baritominang).jpg
Source : baritominang
Satu lagi tempat wisata dengan nilai histori tinggi di Bukittinggi: Janjang Saribu. Boleh dibilang, tempat ini seperti miniatur Tembok Besar Cina yang terkenal. Tembok yang dibuat sepanjang sekitar 700 meter dan selebar 2 meter ini pun memiliki pemandangan yang tidak terlalu jauh berbeda dengan keajaiban dunia di Cina tersebut.
Lokasinya berada di kawasan Ngarai Sianok. Tembok ini sebenarnya sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda dan dikenal dengan nama Janjang Batuang. Dulunya, Janjang Saribu digunakan penduduk setempat sebagai jalan pintas dari Koto Gadang ke Bukittinggi atau ketika hendak mengambil pasir di sungai.
Sebagai informasi, pastikan Anda dalam kondisi fisik yang fit dan membawa minum jika ingin berkunjung ke sini. Karena, perjalanan menaiki tangga ini dan melintasi dari ujung ke ujung boleh jadi cukup melelahkan.
Selain empat tempat wisata di atas, ada banyak lainnya yang dapat Anda kunjungi selagi berada di Padang seperti : Museum Adityawarman, Pulau Cubadak, Pantai Padang, Danau Maninjau, dan lain-lain. Sedangkan untuk urusan tiket perjalanan Anda, serahkan saja pada tiket pesawat murah online dari Airy Tiket Pesawat. Dengan beragam harga terbaik dari berbagai maskapai, perjalanan menuju Padang pun akan menjadi lebih menyenangkan. Selamat bereksplorasi!
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...