Friday, September 30, 2011

Disayang & Dimanja Itu Beda

Saya dibesarkan dalam lingkungan yang sebagian warganya orang mampu. Karena hampir tiap rumah ada yang bekerja di luar negeri atau  memang keturunan orang mampu meskipun ga ada yang ke luar negeri. Dan sebelum emak kerja ke luar negeri, keluarga kami termasuk keluarga pas-pasan. Bapak sebagai tukang bangunan dan emak sebagai tukang jahit. Yang kadang-kadang harus mogok ga mau sekolah gara-gara belum punya uang buat bayar SPP. Dan sering tak mendapatkan sesuatu yang kami inginkan.

Saya masih ingat, waktu masih TK nol kecil (4 tahun). Anak-anak seumuran saya dibelikan sepeda roda 3. Saya dan adek ikut merengek minta dibelikan sepeda baru roda 3. Tapi, bukannya dibelikan malah dimarahi. Sempat nangis juga karena tidak bisa naek sepeda seperti teman-teman. Dan seakan orang tua tak memperdulikan rengekan kami.

Dilain hari, tiba-tiba bapak membawa sepeda roda 3 yang masih bagus tapi sudah karatan untuk kami. Melihat kondisi sepeda yang sudah karatan, apakah kami protes?? Tidak. Kami gembira sekali, meskipun hanya naik sepeda bekas dan tidak sebagus punya teman-teman. Sepeda itu kami pakai boncengan. Saya di depan dan adek di belakang. Setelah saya besar, saya baru tahu dari emak kalau sepeda itu lusuran dari anaknya mbah guru (sebutan untuk adeknya nenek saya). Yang sudah bertahun-tahun ga dipakai makanya karatan. Arrrrgh....Ternyata dibalik kerasnya bapak saya, tersimpan perhatian dan kasih sayang yang begitu besar buat kami.

Pernah juga waktu kelas 1 SMP, emak sudah kerja di Arab. Waktu itu saya minta meja belajar olimpic yang harganya 100ribu. Sudah tawar menawar di toko mebel, tapi bapak saya pulang tanpa membawa apa-apa. Alasannya apa?? Bapak saya minta diskon 2 kursi plastik dan tokonya ga ngasih. Sempat geregeten juga sama bapak saya. "Bapak pelit, punya uang ga mau belikan meja olimpic". Itu yang ada dalam hati saya.

Tapi beberapa hari kemudian, paklik saya datang membawa triplek dan kayu. Lalu dibuat meja belajar panjang dan ada lemarinya 2 rak. Kata paklik saya "nach sudah jadi meja belajar khan? Panjang pisan, kalau belajar bisa bareng ga usah rebutan". Kami manggut-manggut "oh iya ya, kalau meja olimpic khan harus gantian belajarnya??". Ternyata bapak memberikan apa yang kami butuhkan, bukan apa yang kami inginkan. Dan waktu saya nikah kemarin, beliau membelikan hadiah meja rias buat saya. Hikz

Sering sekali kami (yang sering sich saya) dibiarkan nangis klesetan ketika beliau benar-benar tak punya uang untuk membeli barang yang kami inginkan. Kesannya ga peduli gitu lho. Tapi begitulah cara beliau mendidik kami. Bukan berati beliau ga menyayangi kami, melainkan untuk mendidik kami agar tidak jadi anak manja.

Kebiasaan itu terjadi sampai kami beranjak besar. Ketika banyak anak seumuran kami ke sekolah naek motor. Kami dengan santainya naik sepeda. Ketika anak lain minta motor ini itu yang baru dari dealer, kami cukup bersyukur ketika orang tua kami hanya membelikan motor second untuk kami. Itupun saya sudah lulus SMEA baru dibelikan. Dan kami tidak pernah protes atau iri melihat teman lain naek motor bagus-bagus. Kami tetap mensyukuri apa yang kami punya. hehe.

Dimanja dan disayang memang 2 kata yang hampir sama artinya tapi berbeda hasil akhirnya. Setelah kami dewasa, nampak sekali perbedaannya antara mereka yang dulu dimanja dengan kami yang seolah-olah dicuekin. Sejak kami melepas status sebagai pelajar, kami sudah bisa mencari uang jajan sendiri sampai sekarang.  Anak-anak lain bisa ungkang-ungkang kaki di rumah, tapi kami belum sempat menikmati jadi pengangguran. Yach.... karena kami masih berjuang dalam menggapai impian. Kami ingin membuat orang tua bangga dan tidak sia-sia telah melahirkan kami. Kami ingin membuat beliau tersenyum dengan keberhasilan kami. Semoga tercapai. Amiiiin.

 Tarry dan Enal, 2 bersaudara yang belum sempat jadi pengangguran. Meskipun emak kami kerja di luar negeri, tapi tak membuat kami jadi anak manja yang hanya bisa minta apa-apa ke orang tua. :)

Kalau yang ini jagoan kecilnya Mbak Ketty Husnia, Razan (2tahun) dan Farhan (6tahun).

Apa hubungannya postingan ini dengan jagoannya mbak Ketty?? Posting kali ini sengaja saya bikin untuk partisipasi di acara syukuran untuk merayakan ulang tahun Razan yang ke 2, tapi dibarengin dengan kakaknya yang masih 3 bulan lagi genap berusia 6 tahun. Selamat ulang tahun yach.... semoga panjang umur, cepat gede dan jadi anak yang sholeh. Amiiin

Pesan Mbak Tarry buat Razan dan Farhan, kalau orang tua tak memberi apa yang kamu minta, bukan berati beliau ga sayang kamu tapi ga ingin kamu jadi anak manja. Kalau orang tua memintamu dapat prestasi bagus baru memberi hadiah, bukan berati beliau pelit atau ga niat memberi hadiah. Melainkan beliau ingin kamu membayar harga dari sebuah hadiah dengan prestasimu. Sehingga ada kebanggaan tersendiri ketika hadiah itu kamu dapat dari hasil kerja kerasmu (belajar). Jadi harus tetap semangat dan ga boleh ngambek kalau bunda tak membelikan apa yang kamu minta. Tapi berusahalah jadi yang terbaik dihadapan orang tua, sehingga tanpa kamu mintapun orang tua akan memberi hadiah buat kamu. Bagaimana??? Siap mencoba tips dari mbak Tarry??? hehe

Artikel ini diikutsertakan dalam acara "Bingkisan dari kami" yang diadakan oleh Mbak Ketty Husnia

40 comments:

  1. terharu mbak, bacanya,. emang sih kita dulu waktu kecil egois banget. udah sekarang baru kerasa pengorabanan ortu buat kita :)

    happy birthday buat ponakannya :)

    ReplyDelete
  2. kalo kerja keluar negeri itu orang mampu yah..?
    aku jadi pengen tuh. masih laku engga yah..?

    ReplyDelete
  3. Mas Rawins@ mampu hidup maksudnya xixixi. Pengen kemana nich???

    ReplyDelete
  4. Ikrim@ ups, bkn keponakanku ya. . . Tp anak orang hehe. Memang kita sbg anak bisanya cm nuntut hehe

    ReplyDelete
  5. hwadeuh.. give away lagi?
    *langsung cari ide*

    ReplyDelete
  6. ternyata ada sesuatu di balik semua! Bapak tidak membeli bukan karena tidak sayang tapi ada makna yang bisa dipetik dari situ! :)

    ReplyDelete
  7. saya paham dengan pendidikan yang dilakukan Bapak Mbak Tarry, karena sayapun mengalaminya. Itulah konsep yang terjalani masyarakat desa

    semoga sukses kontesnya

    ReplyDelete
  8. give away ya mbak?? hehehhe **padahal udah tau, tapi belum ada ide buat ikutan***

    semoga menang mbak Tarry, sepeda roda tiganya sekarang dilungsurkan ke siapa lagi???

    ReplyDelete
  9. wah hampir sama dengan apa yang kami alami waktu kecil mbak. Jadi senyum sendiri kalo ingat masa kecil kami. Tapi memang benar hasilnya baru terasa sekarang.

    ReplyDelete
  10. Mbak hilsya@ hayo buruan hehe

    Arev@ ada rahasia dibalik rahasia xixi

    Pak ies@ skrg di kampung jg kaya dikota pak. Wong hampir semua pny duit hehe

    Mas jier@ kalo jaman kita dl sepertinya memang jaman susah ya, duit msh langka hehe xixi

    Pak ies@ skrg di kampung jg kaya dikota pak. Wong hamp

    ReplyDelete
  11. Selamat ultah buat Razan.. Maaf gak bsa memberi hadiah.. Hiks

    ReplyDelete
  12. terharu..
    syukuri apa yg ada ya mba?? ;D

    ReplyDelete
  13. Memang betul, di sayang dan dimanja itu berbeda sekali. Ada sesuatu yang berlebihan yang membedakan antara keduanya.

    ReplyDelete
  14. Meilya@ ditukar rosok hihi

    Mas edi@ trimakasih hehe

    Mbak thiya@ iya, mau minta plng jg ga dikasih hehe ya@ iya, mau minta plng jg ga dikasih hehe

    ReplyDelete
  15. salut nech sama Mbak Tarry...cepet sekali dapat idenya...aku blm dapat ide apa2 hiks....

    smoga sukses dgn kontesnya....

    ReplyDelete
  16. sayang ga harus dimanja yaa
    orangtua selalu punya cara sendiri buat nunjukin rasa sayang ke anaknya , tapi kadang kitanya yg suka ngbantah,
    tapi pas udah di akhir baru kepikiran maknanya , jadi suka ngerasa bersalah :D~
    jadi izah skr kalo dinasehatin ya nurut aja , hehe :P

    ReplyDelete
  17. Halaman putih@ serupa tapi tak sama ya hehe

    Mbak nia@ hanya kebetulan mbak. Tkt kelupaan hehe

    Faizah@ mumpung blm terlanjur segera berubah. Kalo aq udah terlanjur hehe.

    ReplyDelete
  18. sharing yang bagus.
    banyak sekali pesan positifnya.
    semoga sukses yaa ^_^

    #salam kenal sis :)

    ReplyDelete
  19. sharing yang bagus.
    banyak sekali pesan positifnya.
    semoga sukses yaa ^_^

    #salam kenal sis :)

    ReplyDelete
  20. suka dengan postingannya :) , hohoo waktu kecil sering dibiarin nangis sampai guling ke kanan guling ke kiri ke depan dan ke belakang hehe , bukan apa yang kita inginkan tapi apa yang kita butuhkan itu yang selalu orangtua sediakan :)

    Selamat ulang tahun buat adek Razan dan Farhan :)

    ReplyDelete
  21. tak selamanya keinginan kita terpenuhi itu yg juga aku dapat dari ortuku mbak. nice story. ada kontes yaaa???hohoho...

    ReplyDelete
  22. terima kasih mbak Tarry atas peran sertanya..sudah dicatat di lubuk jiwa ...ceila hehehe

    mengharukan!..saya juga mulai memperlakukan mereka (anank2) begitu..yah hidup selalu berputar bak roda jadi harus selalu waspada dan berlatih sejak dini menghadapi ketidakpastian..:)

    ReplyDelete
  23. Nerdina@ makasih ya hehe

    Arta@ kasian bngt ya, udah nangis ga di tolongin hehe

    Mbak putri@ itu jaman kita dl ya mbak? Skrg mah ga ada kayaknya hehe

    Mbak ketty@ memang hrs bgt, kalo dibiasakan semua serba ada, ketika ga ada pasti repot. Makasih mbak hehe

    ReplyDelete
  24. Memang ada banyak cara untuk menyayangi anak tanpa membuatnya manja. Efeknya juga dapat kita lihat ketika anak sudah beranjak dewasa, dimana didikan orang tua sangat berarti untuk membentuk karakter seseorang.
    nice post :)

    ReplyDelete
  25. Sepakaaat, menyayangi tidak harus selalu menuruti semua keinginan anak ya...

    Gudlak ngontesnya mba ;)

    ReplyDelete
  26. semoga apa yang tersirat dalam tulisan mbak Tarry kali ini bisa tersampaikan dg tulus ke dalam lubuk hati (uhuy :D) sukses ya mbak ngontesnya......

    ReplyDelete
  27. Moga menang ya Mbak Tarry
    Saya jg pengin jadi anak yg baik kyk Mba Tarry dan adiknya ^^

    ReplyDelete
  28. Saya anak tunggal namun tidak dimanja tetapi disayang. Kalau saya minta-apa kadang ya gak dikasih wong gak punya duit. Setelah panen baru dibelikan.

    Tapi emak benar-benar over protective kepada saya, maklum anak ganteng. Mungkin beliau trauma karena mbakyu saya meninggal ketika berusia 2 tahun.

    Saya sudah perwira masih gak boleh main sepakbola " engko sikilmu cuklek lho " ha ha ha ha.

    Salam hangat dari Surabaya

    ReplyDelete
  29. Bentuk rasa sayang orangtua terhadap kita sebagai anak emang dulu sering banget kita salah memahaminya....setelah kita dewasa palagi udah punya anak, baru kita paham mengapa dulu ortu nya berbuat demikian

    ReplyDelete
  30. nangis klesetan tuh kayak gimana mba?

    ngontes terus ya mba.., kayaknya lagi musim kontes nih

    ReplyDelete
  31. begitulah bapak ya mbak, dibalik sikap kerasnya tersimpan rasa sayang yg tak terkira,,,
    mereka mendidik anaknya agar tidak manja..

    wahaaa. postingan buat kontes rupanya... :D
    smoga sukses mba..

    ReplyDelete
  32. ilal@ iya bener bngt, orang tua jg berperan pntng dlm pembentukan karakter anaknya :)

    ria haya@ hayo pasti bisa hehe

    pakde@ ya maklum pakd, anak ganteng dw jd ya suka over. Ga blh main bola, tp nek jd juara yo melu bangga xixi

    mabruri@ banci kontes hikz, bs jd pelajaran kalo ntar pny anak sndr hehe

    ReplyDelete
  33. anony@ iyap betul

    nurlaila@amin, trimakasih mbak hehe

    darussalam@ iya betul sekali, sadarnya kalo udah besar ya hehe

    entik@ klesetan dilantai mbak hehe

    ReplyDelete
  34. moga-moga menang deh givewaynya. kayaknya mbak Tarry ini bijak banget, cara berpikirnya dalem... #sumurkali

    ReplyDelete
  35. memang dulu kita sering ngedumel kalau ada larangan ini itu dari ortu. Tapi setelah gede akhirnya kita paham jika semua larangan para ortu kita merupakan wujud kasih sayang ortu pada kita semua

    bedane dieman sama disayang opo ya mbak Tarry?

    ReplyDelete
  36. Mbak ami@ sumur kurang dalem mbak, hehe

    Mas eel@ walah, malu aq hehe

    Mas lozz@ dieman ki ada unsur terkekangnya kalo disayang ga ada. Haha jwbn ngawur

    ReplyDelete
  37. Kisah yg inspiratif bgt, Tarry...
    Kasih sayang orangtua justru baru dirasa skrg ya.. Bersyukur skrg rasanya, ta
    u bahwa dulu permintaan kita gak selalu dituruti...

    Semoga menang, Tarry.. :-)

    ReplyDelete
  38. Kisahnya hampir mirip dengan kisah saya. Bedanya saya gak sampe nangis kalo gak dikasih apa yang saya mau..hehehehe

    Moga artikel ini dibaca sama generasi muda jaman sekarang yang (saya rasa) udah kebanyakan dimanja..:D

    ReplyDelete
  39. Kadang-kadang kita baru ngerti maksudnya orang tua nggak ngebeliin tuh pas udah gede :9
    Aaaa mendadak kangen ibu. Padahal sih serumah :D

    ReplyDelete

Terima kasih atas kunjungannya.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...