Sunday, December 2, 2012

Setia Atau Kawin Lagi?

"Kalau kamu ga mau pulang, aku mau kawin lagi", kata seorang teman kepada istrinya yang bekerja di Hong Kong sejak 3 tahun lalu. Sepertinya kesabarannya sudah habis sehingga sampai keluar kata "kawin lagi" kepada wanita yang dinikahinya 3 tahun lalu itu. Memang mereka berpisah lagi setelah melangsungkan pernikahan, karena sang istri harus kembali ke Hong Kong untuk menyelesaikan kontraknya.


Rupanya ancaman itu sangat ampuh untuk membuat sang istri kembali ke pelukannya lagi. Beberapa hari lalu, sang istri sudah kembali dari Hong Kong. Dan sang suami sudah tidak mau ditinggal lagi. Mengingat usia mereka berdua yang sudah tidak muda lagi, sedangkan mereka belum mempunyai momongan.

Kasus seperti ini banyak sekali terjadi di kalangan TKI yang bekerja di luar negeri. Ada sebagian wanita yang tidak mau menuruti kemauan suaminya dan memilih tetap bekerja meskipun suami sudah melarangnya. Gaji besar membuat mereka nyaman di negeri orang meskipun harus berjauhan dengan anak dan suaminya. Karena dengan gaji tersebut, mereka bisa membangun rumah, beli tanah, beli motor, membiayai anak sekolah dll.

Keterbatasan suami kadang kala dijadikan alasan untuk tetap bertahan di negeri orang. "Kalau aku pulang, memangnya kamu bisa mencukupi kebutuhan keluarga?". Pertanyaan ini yang sering membuat suami mati kutu dan tidak bisa berbuat apa-apa karena mereka sadar, kalau mereka tidak bisa mencukupi kebutuhan keluarganya. Kalau sudah begini, suami yang seharusnya bersikap tegas dan dihormati seakan tidak ada harganya dimata istri.

Para suami yang setia, akan selalu sabar menunggu istrinya kembali untuk cuti kemudian ditinggal lagi. Sedangkan para suami yang tidak setia?? Apa yang mereka lakukan?? Entahlah.... Yang jelas, dari sinilah kadang kala keretakan rumah tangga terjadi.

Untuk itu, sikap saling pengertian dan sikap saling menghargai satu sama lain sangat dibutuhkan. Yang tak kalah penting pertebal iman, agar terhindar dari segala macam godaan. Sehingga tercipta keharmonisan rumah tangga meskipun mereka berjauhan. Dengan begitu, angka perceraian yang sering terjadi pada pasangan yang salah satu atau keduanya bekerja di luar negeri bisa berkurang. Semoga.....


20 comments:

  1. Istri bekerja hanya utnuk membantu suami ya, tapi tulang punggung utama tetap suami. sebaiknya sih dibicarakan bagainana neaknya diantara keduanya

    ReplyDelete
  2. Tapi yang sering kebalikannya mbak... Istri yg jadi tulang punggung keluarga, karena alasan cari pekerjaan susah dan biaya keluar negeri untuk laki2 cenderung lebih mahal. :)

    ReplyDelete
  3. dilematis yaa mba,...seandainya bs berandai2 jika kesejahteraan rakyat di negeri ini sudah terpenuhi Insyaallah hal seperti ini ga bakal terjadi.
    seandainya...hehe :D

    ReplyDelete
  4. kalau menurutku sebaiknya mereka cerai saja

    daripada timbul ketidakpastian, suami kepala keluarga, dia punya hak memiliki keturunan

    ReplyDelete
  5. Kalau sudah seperti itu memang susah ya.
    Yang penting dimanapun berada, harus dilandasi dengan rasa saling percaya dan menjaga komitmen.
    hehe

    ReplyDelete
  6. Permasalahan rumah tangga akibat seperti ini seringkali saya dengar mbak. Bahkan ada yang pulang dari luar negeri langsung minta cerai, karena yang bersangkutan sudah kecantol orang lain. Akhirnya, semua kembali pada pribadi masing-masing, bagaimana menyikapi kondisi yang mereka alami, memetingkan diri sendiri atau kebersamaan dengan pasangannya

    ReplyDelete
  7. hemmm...masih dibawah umur ah :P #eh

    ReplyDelete
  8. tidak sedikit juga cerita yang sama terjadi di daerah saya mbak.. karena banyak juga TKW dari lombok..

    ReplyDelete
  9. rumah tangga emang banyak banget yaa mbak masalah yang menghadang, semoga keluarganya temennya dan siapapun tetep bisa harmonis yaa mbak :D

    Mbak tarry semoga sehat semua sama baby nya yaa mbak :D

    ReplyDelete
  10. Jadi serba salah...
    Seandainya bisa, suami aja yang kerja, istri biar di rumah atau sedikit kerja untuk membantu perekonomian keluarga.
    Biar bagaimanapun, berkumpulnya seluruh anggota keluarga tetap lebih baik, menurut saya :D

    ReplyDelete
  11. namanya rumah tangga memang sebaiknya ngumpul
    kata temen psikiater, batas maksimal kalo harus terpisah itu 2 bulan
    kalo kata pak kyai tidak ngasih nafkah lengkap sampai 4 bulan itu dosa
    kalo kata hrd disini, urusan nafkah batin dikasih kesempatan tiap 3 bulan
    mbuh ndi sing bener...

    ReplyDelete
  12. asalamualaikum
    saya setuju mba,kalau istri jg ada kegiatan membantu suami, tapi tulang punggung /kepala rumah tangga tetap suami.
    suami istri harus saling setia

    ReplyDelete
  13. demi sesuap nasi utnuk bekerja menjadi TKI harus berkata kasar kepada istri yang ditinggal wah kalau ndak punya uang ngeluh kalau istri ndak balik ngeluh g mn nih slusi yang tepat untuk mengatasi hal seperti iuni

    ReplyDelete
  14. Menghadapi setiap masalah memang terkadang kita selalu harus menggunakan logika erpikir secara sehat, namun terkadang logika keimanan dan ke Tuhanan tidak sering digunakan oleh orang-oramh yang hanya memikirkan segala sesuatunya harus dan harus dengan materi.

    Tanpa disadari mereka telah terperangkap oleh permainan logika materi, dan mengabaikan logika Tuhan. Karena segala sesuatunya dapat dilihat dari akar permasalahan yang dapat di logikakan. Bahwa diatas yang benar selalu ada kebenaran yang selalu ada disekeliling kita.

    Sukses selalu
    Salam Wisata

    ReplyDelete
  15. kalau bisa untuk setia selamanya aja mas postingan koment saya kemarin di hapus pho pak

    ReplyDelete
  16. Hm, bicara masalah kehidupan suami isteri, saya hanya dan baru bisa menceritakan sebatas pengamatan saya terhadap orang tua saya. Akan tetapi, kalau masalah "setia", jelas saya menuntut kesetiaan seorang pendamping hidup! Abah dan Ibuk saya sampai detik ini Alhamdulillah masih tetap rukun, kami berbahagia; memang terkadang ada perselisihan antara Abah/Ibuk, akan tetapi keduanya menyelesaikannya dalam kamar. Abah lebih banyak diam dan bersikap bijak, mengalah, "Meskipun kamu gak kerja, tapi tugas-tugasmu di rumah ini jauh lebih berat daripada tugasku di kantor" ujar Abah tegas, pada Ibuk. Apakah masih tersisa calon suami yang punya kebijakan seperti Abah saya, ya Mbak?!

    ReplyDelete
  17. klo menurutku sih semua tergantung dari pribadi kita masing2 dlm menyikapinya.. mungkin, materi memang salah satu kebutuhan dalam sebuah keluarga.. namun, bukankah kebutuhan keluarga tidak hanya bertumpu pada materi?..#jd bingung sendiri:D
    mungkin kita hrus lebih pandai lagi menyeimbangkan segala hal.. tentang kehendak dan kewajiban, juga ambisi dan kodrat yg kita miliki :)

    ReplyDelete
  18. bila sudah disatukan oleh Alloh SWT, maka tak selayaknya dipisahkan oleh makhlukNya... saling instropeksi lah dan memahami.. dan satu hal..rejeki ga hanya datang dari satu pintu..#eallahh jadi kaya khutabh jum'at saya...

    aniwei kalo suruh milih jawaban dari judul psotingannya, ya milih "setia" lah sambil cari jalan tengahnya :)

    ReplyDelete
  19. cinta jarak jauh memang dilematis ya mbak.. :( butuh usaha ekstra supaya bisa saling setia

    ReplyDelete
  20. Pasti akan lebih senang, tenang dan nyaman bila berkumpul bersama keluarga. Manusia diciptakan berpasangan adalah untuk ketenangan hatinya. Kalau kondisinya seperti itu pastilah ketegangan yang selalu terjadi apalagi belum dikaruniai momongan.

    ReplyDelete

Terima kasih atas kunjungannya.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...