Friday, June 5, 2015

Menikah Muda Atau Menikah Tua itu Pilihan

Tgl 28 Mei kemarin, seorang teman satu angkatan dan juga teman seperjuangan waktu di Hong Kong nikah, dan dia meminta saya untuk menemani saat akad nikah yang dilaksanakan pada tgl 27 malam. Kebetulan saya ada waktu, sehingga saya bisa menyaksikan teman saya melepas masa lajangnya.

Ada banyak komentar ketika saya meng upload foto ke facebook saya. Ada ucapan selamat dari teman-teman SMEA dan juga teman facebook yang kebetulan juga kenal teman saya itu. Tapi ada juga komentar yang membuat saya agak gimana gitu "Yang lain anaknya sudah prawan kok baru nikah". Ya mungkin dia hanya bercanda atau gimana, tapi kok rasanya kurang pas di hati saya. Karena saya sendiri baru punya anak 2,5 tahun di usia saya yang sebentar lagi 32 tahun.



Kebanyakan mereka (termasuk saya) yang telat menikah itu bekerja di luar negeri sebagai TKW (Tenaga Kerja Wanita). Mereka terlalu asyik bekerja, dan hampir tak pernah memikirkan hidup berkeluarga. Usia yang tak lagi muda tidak membuat mereka khawatir kalau tak laku bagaimana? Karena mereka berfikir, kalau punya uang banyak, punya sawah, punya rumah dan segalanya itu akan mudah cari pasangan. Yach.... meskipun kadang kenyataan tak sesuai harapan tapi seperti itulah yang kebanyakan terjadi.

Kalau menurut saya menikah muda atau menikah di usia yang tak lagi muda belia itu pilihan. Karena setiap orang punya prioritas utama dalam hidupnya. Mereka yang memilih menikah muda pasti punya alasan begitu juga sebaliknya. Toh menikah muda bukan jaminan rumah tangga bahagia, banyak kok pasangan muda yang tidak bisa mempertahankan rumah tangganya bukan?? Jadi tidak perlu meng jugde orang ini itu atas pilihan mereka.

Dan yang harus diingat, bahwa jodoh itu ada di tangan Allah. Mau dikejar sampai ke ujung dunia kalau memang belum jodoh pasti ndak akan ketemu, kalau sudah jodoh, kita tak akan bisa lari kemana-mana. Yang penting sudah berusaha dan berdo'a selebihnya serahkan kepada Allah. Karena rencana Allah itu jauh lebih indah dari apa yang kita inginkan.

Buat sahabat saya yang baru menikah.... Semoga menjadi keluarga sakinah mawadah warohmah dan yang pasti segera dikasih momongan. Amin....

22 comments:

  1. Itu kemungkinan besar hanya becanda mbak, soalnya kadang orang nggak sadar apa yang diomongkinnya itu bisa menyinggung pendengar/ pembaca.
    yang jelas mbak, menikah muda atau tua, yang penting bisa mejadi samawa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya juga sich mbak... mungkin sayanya yang terlalu sensitip yak :)
      Tapi yang penting samawa, umur mah tak jadi masalah

      Delete
  2. jodoh kan bukan diri sendiri yang nentuin ya Tari
    bijaksanalah kalau kasih komentar jangan sampai nyinggung perasaan orang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mbak monda...... Saya paling ati2 kalau ngomong, karena saya sendiri agak sensi orangnya ehehe

      Delete
  3. Malah asik kok
    Ibue Ncip aja suka dibilang baru umur 28an
    Gara-gara anaknya masih kecil.. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. bu'e ncip babyface kali, makanya dibilang umur 28an :)

      Delete
  4. namnaya jodoh ya ,baru ketemunay sekarang. Temen kuliah aku juga ada yang baru nikah tahun ini, Seneng banget malah aku dengernya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kita kayaknya juga seangkatan ya mbak Lidya :)

      Delete
  5. Mungkin baru ketemu jodohnya sekarang ini ...

    Selamat ya mba buat temannya..

    Lidya seangkatan aku...tuaan kita he he he he

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mbak, baru ketemu jodoh yang pas di hati dan cocok di hati ortunya :)

      Tuaan dikit aja kaliii hehe

      Delete
  6. Perempuan layak mendapatkan kebebasan untuk memilih hidupnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, karena kalau sampai salah pilih bisa berakibat fatal :)

      Delete
  7. itu yang komen kok gitu banget ya mbak,nyelekit bangett..sedih banget bacanya :(
    rizki semua sudah ada yang ngatur,termasuk rizki jodoh..Baarokalloh untuk sahabatnya ya mbk^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih mbak Hanna....

      Iya, banyak orang yang kadang asal ceplas ceplos tanpa memikirkan perasaan orang lain. Semoga kita bisa lebih berhati-hati dengan ucapan kita. Amin....

      Delete
  8. percuma kalau sudah matang dan mumpuni buat nikah tapi jodoh belum didekatkan

    ReplyDelete
  9. Kita berusaha dan berdoa agar bisa menikah di usia 25 misalnya, namun bila Allah menakdirkan menikah di usia 27, ya itulah yang terbaik ya, Mbak.

    ReplyDelete
  10. yes semua yang kita lakukan itu adalah pilihan dan kita sendiri yang mempertimbangkan sendiri, risiko dan baik buruknyaaa...

    ReplyDelete
  11. sebenarnya tidak boleh mengatakn hal tersebut *bagian anaknya si A sudah perawan, si B baru menikah* karena kita kan tidak pernah tahu siapa dan kapan bertemu jodoh kita, dan kapanpun seorang mau menikah itu sudah hak masing2 kan

    ReplyDelete
  12. yaaah...kadang yang komentar ngg selalu sensitif ya mba..tapi menikah, baik di usia muda dan usia dewasa, adalah pilihan masing-masing yang menjalani..

    ReplyDelete
  13. Yang penting tujuan menikah adalah meraih ridha Allaah Ta'ala, lupakan komentar negatif orang lain. Semangat ya mak ^^

    ReplyDelete

Terima kasih atas kunjungannya.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...