Friday, November 20, 2015

Kenapa Tidak daftar BPJS???

Beberapa waktu lalu, saya sempat ngobrol dengan seorang ibu yang mempunyai 2 anak. Ibu itu menyebut anaknya mahal karena keduanya lahir secara Caesar. "Emang ndak ikut BPJS mbak?", tanya saya. "Ndak, lha wong ikutnya per KK (Kartu Keluarga). Sekeluarga ada 4 berati per bulan 100 ribu lebih. Gimana bayarnya mbak?", jawab mbak itu. "Lha anak pertama juga ga ikut jampersal(Jaminan Persalinan)?",tanya saya lagi. Katanya waktu anak pertama lahir belum ada jampersal. Dan mulai 2014 jampersal sudah tidak ada, diganti BPJS.



Beruntung sekali waktu Alfi lahir jampersal masih berlaku, sehingga biaya operasi caesar dan biaya perawatan selama di rumah sakit gratis tis. Kami hanya membayar sekitar 800ribu untuk perlengkapan bayi, saya dan juga beberapa obat yang tidak ditanggung oleh jampersal. Bahkan ketika ada masalah dengan luka bekas operasi, saya masih bisa memanfaatkan kartu jampersal saya sampai luka saya sembuh.

Setelah luka sembuh, saya tidak perlu memikirkan biaya apa-apa lagi. Tidak seperti BPJS, yang harus membayar iuran setiap bulan dengan jumlah tertentu.

Bagi mereka yang punya gaji tetap atau penghasilan lebih, uang segitu mungkin tidak terasa. Namun bagi orang kampung, sepertinya kok keberatan. Daripada buat bayar BPJS mending buat beli keperluan lain. Itu yang ada dalam pikiran mereka. Sehingga ada beberapa yang terpaksa ikut BPJS, digunakan, bayar iuran beberapa bulan, kemudian ndak pernah bayar lagi. Katanya sich ndak ada yang nagih ke rumah, jadi mereka tenang-tenang aja. Padahal resikonya mereka tidak bisa menggunakan layanan BPJS lagi kalau suatu saat sakit lagi.

Kalau keluarga kami? Belum daftar BPJS. Kebetulan suami kurang sreg jadi belum berpikir untuk mendaftar. Kami sich berharap selalu diberi kesehatan, keselamatan, dan seandainya suatu saat saya hamil lagi, semoga bisa melahirkan normal biar ndak berurusan sama rumah sakit lagi. Amin.

Kalau anda? Sudahkah daftar BPJS???

15 comments:

  1. Aamiin .. ikut mengamini doanya mbak.

    Saya belum begitu ngerti BPJS, kalau di sini masyarakat memang wajib punya asuransi keshatan jadi jika sakit atau operasi dll yang nanggung pihak asuransi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, sistem di Indonesia harus diperbaiki biar asuransi jadi semacam kebutuhan bukan malah menjadi beban ya mbak :)

      Delete
  2. Saya ikut BPJS, Mbak. Dan itu berguna sekali saat saya harus operasi bypass jantung yg menghabiskan ratusan juta, semua cover BPJS. Biaya rawat inap, obat, dokter, operasi , pemeriksaan lab, rehab medik, dll semua gratis. Sampai sekarang sebulan sekali kontrol ke dokter jantung juga gratis, juga obatnya.

    Kalau ngga salah, ada jamkesnas yg ngga harus bayar bulanan. Tapi saya kurang tau juga ttg jamkesnas ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya memang sangat berguna the dey, tapi bayarnya itu lho yang masih jadi ganjalan.

      Sebenarnya ada bpjs yng ditabggung pemerintah tapi hanya untuk mereka yang benar2 tidak mampu

      Delete
  3. saya malah belum ikutan BPJS, soalnya memang ribet harus bayar tiap bulannya hehehe

    ReplyDelete
  4. saya sudah ikut BPJS didaftarkan kantor...Alhamdulillah ada pengobatan dr kantor & dari BPJS juga...semoga sehat" terus, jngn sampe sering kepake...hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kalau pegawai mah ga terasa ya. Buat orang kampung ya merasa terbebani

      Delete
  5. Semoga senantiasa dianugerahi kesehatan ya, Mbak. Betapa tidak murah biaya rumah sakit itu.

    ReplyDelete
  6. aku enggak mbak, soale pake askes, medingan daftar aja untuk meringankan biaya berobat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, masalahnya kita ndak mengaharap sakit mbak :)

      Delete
  7. aku juga kurang sreg tuh sama bpjs...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, kirain suami aja ternyata ada temennya mbak Elsa :)

      Delete
  8. aku blum ngurus lagi ni setelah resign huhu, bingung

    ReplyDelete

Terima kasih atas kunjungannya.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...