Friday, February 12, 2016

Kakek Penjual Es Krim

kaosgurita.com, adalah situs belanja online yang dirintis oleh 2 orang mahasiswa ITB Bandung (beda jurusan yaitu Adrian Ariatin dan Eka Riani. kaosgurita.com menyediakan berbagai macam barang unik seperti tas jeans, T-shirt dan barang unik lainnya. Selain toko online, Kaos gurita juga memiliki Toko offline di jalan Karapitan 89 Bandung. Jadi kalau pergi ke Bandung bisa mampir kesana untuk memborong barang-barang unik, terutama kaosnya yang bisa ngomong itu buat oleh-oleh keluarga maupun sahabat.

Saya sendiri belum sempat beli, tapi sudah dapat rejeki kaos gurita SUPER EMAk gratis dari Mbak Rosi. Bahan kaosnya bagus, sesuailah dengan harganya. Yang bikin mahal tuch ongkos kirimnya ke Madiun yang hampir 50ribu. Semoga suatu hari kaos gurita buka cabang di Madiun. :)

Kaos gurita hadiah dari Mbak Rosi Melani. *Abaikan biground dan modelnya*. :)

Kaos Gurita saat ini mengadakan giveaway untuk mengungkapkan kasih sayangnya kepada para blogger. Ada 2 tema, tapi saya pilih tema tokoh inspiratif karena tema pertama harus narsis di Toko gurita jalan karapitan 89 Bandung.

Tokoh inspirasif saya adalah kakek penjual es krim yang saya sendiri tidak tahu namanya. Kakek itu mendorong gerobak besar untuk menjajakan es krim buatan anaknya. Biasanya dalam seminggu sekali atau dua kali, kakek itu lewat depan toko saya, dan pasti mampir di warung emak untuk istirahat sekalian minum teh. 

Kebetulan dari desa sebelah sampai toko saya itu melewati area persawahan kira-kira 500 meter dan jalannya agak naik. Sehingga setiap sampai toko saya, nampak sekali wajah lelah dan keringat yang membasahi baju kakek itu. Setelah selesai minum teh, biasanya kakek itu menyusuri jalanan kampung berharap ada yang membeli dagangannya.



Sekitar 1 jam kemudian, kakek itu akan kembali lewat depan toko  dan saya pasti membeli 2 cup seharga 2500/cup. "Anaknya dikasih es itu Mbak? Awas nanti batuk lho", kata beberapa orang. Tapi saya cuek saja, dan alhamdulillah, kami tidak batuk gara-gara makan es krim itu.

Meskipun sekitar 1 jam berkeliling, tak selalu dagangannya laku. Kadang saya melihat, es krim nya masih penuh dan mulai berair. "Sepi mbak", begitu katanya sambil terseyum. Biasanya pedagang-pedagang lain kalau bilang sepi dilanjutkan dengan curhat yang ujung-ujungnya mengeluh. Banyak yang utang lah, ndak balik modallah beginilah begitulah, toh masih tetep aja jualan. Harusnya kalau jualan rugi khan mendingan di rumah aja. Ndak usah capek-capek keliling. Iya khan???

Banyak orang yang bilang kasihan ketika melihat kakek itu. "Anaknya kemana? Sudah tua kok masih jualan seperti itu". Tapi bagi saya, yang juga punya mertua renta tapi kekeuh masih pingin kerja sangat mengerti dengan keadaan kakek itu. Bisa jadi kakek itu jualan bukan karena anaknya tak peduli melainkan karena beliau melakukan dengan senang hati karena tidak ingin merepotkan anaknya, seperti halnya mertua saya.

Dari kakek itu saya belajar banyak hal diantaranya belajar bersyukur, karena saya punya toko. Saya tidak perlu berjalan jauh seperti kakek itu, tak perlu kepanasan, tak perlu kehujanan untuk menjajakan dagangan. Cukup dengan duduk manis pelangganpun berdatangan.

Sedangkan kakek itu? Semangatnya untuk mencari rizki sangat tinggi. Tak seharusnya kakek ini dikasihani, justru yang perlu dikasihani itu mereka-mereka yang masih kuat kerja tapi memilih jadi peminta-minta.

Semoga kakek itu selalu diberi kesehatan, agar saya tetap bisa menikmati es krim buatan anaknya. Dan juga mengispirasi saya dan orang lain agar lebih giat bekerja mencari rizki yang halal bukan menghalalkan segala cara untuk mencari rizki. Amin.

    Artikel ini diikutkan pada Giveaway Kaos Gurita sayang blogger

21 comments:

  1. Bacanya jadi sedih. Kebayang itu kalau dorong naik dan turun jalan.
    Tapi semoga si kakek sehat selalu ya dan diberi rezeki yang berkah. Amin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Liatnya juga ga tega, tapi si kakek enjoy aja kayaknya Mbak

      Delete
  2. Syukur tiada henti atas apa yang diberikan Tuhan kepada kita. Smoga kakek penjual es diberikan rejeki dan sehats erta bahagia. Amin

    ReplyDelete
  3. Semoga kakek penjual eskrim panjang usia, sehat selalu. aamiin

    wah mau dong ikutan giveawaynya ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tapi artikelnya udah ndak ada Mbak, mungkin sudah banyak yang daftar atau entahlah :)

      Delete
  4. aaamiiin. dan semoga yang masih suka minta-minta mendapat hidayah dan mau bekerja. aaamiiin.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amin...
      Tapi kayaknya susah nyembuhin kaum pemalas ini Mbak, soalnya sudah terlanjur biasa menggantungkan hidup pada orang lain

      Delete
  5. manatap sekali ini kakek. Banayk orang yg spereti itu di daerahku. salut

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya banyak Mbak, malah ada tukang kasur yang datang dari jawa tengah dan sekitarnya

      Delete
  6. kalau gak batuk makan es krim keliling, biasanya pakai gula asli bukan gula buatan *katanya ibu sya begitu* :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya mungkin begitu mbak,soalnya rasanya enak ndak terlalu manis.
      Etapi ada juga yang batuk, mungkin ketahanan tubuhnya yang tidak sama :)

      Delete
  7. Amin..
    Sepakat sama kalimat Mbak Tarry yang ini "Tak seharusnya kakek ini dikasihani, justru yang perlu dikasihani itu mereka-mereka yang masih kuat kerja tapi memilih jadi peminta-minta."

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya soalnya banyak yang masih muda, kuat malah jadi pengamen modal icik2. Katanya cari kerja susah

      Delete
  8. Kalau orang desaku memang jg begitu mbak, sampai renta pun maunya masih beraktivitas terus. Soalnya kalau diam saja pada bosan dan bikin pikun katanya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul Mbak, badan juga pegel2 katanya.

      Tapi kalau disini kebanyakan kerja di sawah milik sendiri Mbak, termasuk mertua saya. :)

      Delete
  9. aku kalo liat pedang sepuh itu sedih, bayangin kalo itu ortuku, mbak. Tp kdg ada sih org sepuh jualan bukan utk untung tp karena bosen di rumah

    ReplyDelete
  10. Harusnya orang seusia beliau sudah tidak perlu bekerja keras lagi deh. Tapi yang namanya hidup gak selalu sesuai dengan keinginan kita. Salut buat kakek tersebut yang tidak mengeluh dan mensyukuri rizki yang ia dapat. :)

    ReplyDelete
  11. selalu kasian sama bapak2 yang jualan berkeliling apalagi kakek2, yah pokoknya kasian sama penjual keliling mesti cape, sehat selalu untuk kakek penjual es krim

    ReplyDelete
  12. Klo saya amati mmng bener mbak..yang backgroundnya desa..lebih pantang menyerah. Di tempat saya juga msh banyak para kakek-nenek yang sudah sepuh, msh giat bertanam, atau ngurusi ternak. Kadang karena tuntutan hidup, tapi juga kadang karena lebih capek kalau tidak beraktifitas. Btw...semoga toko mb tari laris manis yaa..

    ReplyDelete
  13. Ahhh salut benar dengan si kakek. Semoga dagangannya laris, Kek. :)

    ReplyDelete

Terima kasih atas kunjungannya.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...