Wednesday, February 3, 2016

Kisah Cinta Putih Abu-Abu

Ngomongin nostalgia putih abu, tak terasa sudah hampir 15 tahun berlalu. Rasanya baru beberapa tahun lalu saya melepaskan baju kebesaran saya itu, eh ternyata sudah lama juga ya. :)

Dulu, saya menjadi salah satu siswa di SMK N 5 Madiun jurusan Akuntansi. Tentu saya sangat bangga bisa sekolah disana karena waktu itu SMEA Negeri di kota Madiun hanya ada 2. Sudah pasti untuk sekolah disana harus bersaing dengan ribuan calon siswa dari Kota/Kab Madiun dan Kab Magetan. Sedangkan kuota penerimaan siswa baru hanya 240 siswa untuk 3 jurusan. Jadi per jurusan hanya 80 siswa.

Dan yang lebih membanggakan, ketika pengumuman nama saya ada di nomer 3 jeng jeng jeng..... dari bawah. Yes, saya berada di urutan no 78 dari 80 untuk jurusan akuntansi. Hampir saja saya terlempar keluar karena perbedaan poin sangat tipis. Ya waktu itu, poin yang menentukan diterima atau tidak. Meskipun NEM (Nilai Ebtanas Murni) lebih tinggi kalau poin rendah juga tidak diterima. Beruntung, nilai matematika saya lumayan, sehingga bisa menyelamatkan saya. 


Selama 3 tahun sekolah disana, saya tetaplah siswa yang prestasinya biasa-biasa saja. Pernah dapat peringkat ke 37 dari 39 siswa (1 siswa mengundurkan diri), masuk level 9 dari 10 level untuk kelas bahasa inggris, dan baru bisa mengerjakan soal akuntansi ketika mau ujian Nasional *sebelumnya nyontek terus*. Tapi.... meskipun prestasi biasa-biasa saja, saya tetap menjadi siswa yang menonjol karena ikut kegiatan pramuka. 

Kalau mengingat masa putih abu rasanya kok ingin pakai seragam itu lagi. Saya merasa, masa-masa itu adalah masa paling indah, meskipun sekolah di SMEA mayoritas siswanya kaum hawa, dan hanya ada 2 biji kaum Adam tapi tak mengurangi keindahan masa-masa itu.

Foto waktu kelas 3, saya yang mana ya? *mendadak lupa dengan diri sendiri*

Ada lagi kenangan manis waktu SMEA, yaitu kisah cinta putih abu. Setelah sekian lama saya menutup diri dari yang namanya cinta sejak cinta monyet saya tak restui sama bapak *ya iyalah tak direstui lha  wong baru kelas 1 SMP*, mendadak cinta di hati saya bersemi kembali.

Waktu itu ada beberapa cowok yang naksir saya dan dengan lugunya saya mau aja dijadiin pacarnya. Tapi hubungan kami tidak pernah bertahan  lebih dari 3 bulan. Entah masalahnya apa, mungkin cowoknya yang play boy atau saya yang terlalu mudah menerima cinta tanpa melihat siapa calon pacar saya. Yang jelas waktu itu saya tomboy [banget], dan paling tidak suka diatur-atur. :)

Meskipun beberapa kali putus cinta, apakah saya kapok untuk pacaran lagi? Tidak. Untuk kesekian kalinya saya menerima cinta dari cowok yang baru saya kenal tepatnya tanggal 2 januari 2001, beberapa bulan sebelum saya lulus. Karena saya ga yakin akan bertahan lama dengan cowok itu, makanya saya enjoy aja meskipun dia seorang pengangguran sedangkan selisih umur kami 5 tahun. Saya hanya mikir seneng-seneng dan sama sekali belum mikirin masa depan.

Kalau sebelum-sebelumnya pacar saya orang madiun kota, nah yang terakhir itu malah dapat tetangga kampung, perkenalannya juga tidak sengaja. Dia itu temannya sahabat baik saya.


Ini sahabat baik saya, yang jilbab biru orang yang paling berjasa dalam hidup saya.

Karena tetangga kampung, setiap malam minggu diapelin kalau tidak ada halangan, kadang-kadang diantar ke sekolah tapi tidak dijemput, kadang-kadang diajak main kemana gitu. Sampai akhirnya, saya yang tadinya hanya iseng-iseng aja pacaran sama dia jadi benar-benar jatuh cinta. 

Dan yang lebih mengejutkan, bapak yang biasanya marah kalau saya pacaran kok tiba-tiba jadi diem aja. Eh pernah juga sich bapak marah karena saya belum masak buat makan siang gara-gara diapelin. Duh, malunyaaaa karena marahnya di depan dia. Meskipun begitu, si dia tidak kapok main ke rumah. 

Perhatian, dewasa, setia, itulah dia. Bahkan ketika kami menjalani cinta antara 2 negara, dia tetap setia menunggu. Sampai akhirnya kami dipersatukan dalam sebuah ikatan bernama pernikahan. Memang rasanya tak percaya, keputusan iseng saya 15 tahun lalu, telah menyatukan cinta putih abu kami hingga hari ini. 

Saya juga sangat berterima kasih kepada dia suami saya tercinta, karena selalu mengijinkan saya kumpul-kumpul dengan teman untuk bernostalgia masa-masa SMEA. Mengantarkan, kalau tempatnya jauh, juga mengijinkan saya untuk mengundang teman datang ke rumah. Jadi meskipun hampir 15 tahun sudah berlalu, kami masih bisa berkomunikasi melalui WA, Facebook, Line, BBM (saya ndak punya) dan sesekali kumpul-kumpul agar silaturahmi tidak terputus.

Reuni 2015 dirumah saya, hanya beberapa saja tapi rasanya luar biasa :).


Tulisan ini diikutsertakan dalam Giveaway Nostalgia Putih-Abu

25 comments:

  1. Masa seragam abu-abu memang selalu dikenang ya mbak. Semiga sukses ngontesnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak, Apalagi ada peristiwa bersejarahnya, makin tak terlupakan :)

      Delete
  2. Wah.... jadi pengen ceritain masa SMA mbak. TFS ya... jadi ingin bernostalgia nih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayuk ikutan juga Mbak, sekalian ngetes ingatan kits sampai mana *berasa tuwirnya :)

      Delete
  3. masa-masa SMA memang masa-masa yang menyenangkan yah Mbak :)
    baca tulisan ini jadi teringat masa-masa indah itu lagi :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak, kalau sekolah di SMA pasti lebih seru :)

      Delete
  4. Waaa masa SMAku biasa saja, seru ya masa putih abu-abumu, Mbak

    ReplyDelete
  5. pas SMA aku cuma sekali punya pacar, abis itu punya apa ya yg sekarang ngetren abang-abangan haha dua orang.. sukses bikin ga punya pacar sampe lulus :/

    ReplyDelete
    Replies
    1. Abang-abangan atau TTM? Teman Tapi Mesra. :)

      Delete
  6. whuaaa senengnyaaa yaa masa2 sekolah, aahh aku 20 tahun yang lalu, baruu ngerasain reuni sebulan yang lalu Tarry.

    ahhh jadi pengen ikotan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kita reuni Akbar juga belum pernah teh , paling ya cuma segitu aja :)

      Delete
  7. happy ending ya mbar hehehe..gpp diarahin bapak,buat kenang2an xixix

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, sekarang kalau ingat pernah dimarahi bapak ya geli sendiri Mbak :)

      Delete
  8. Masa SMA memang nggak terlupakan. Pasti pernah melihat atau mengalami hal kocak/koplak/crazy bersama teman-teman. Tapi kalo masalah asmara, saya masih mempertahankan rekor kejombloan saya selama masa SMA. hadeuh....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aih, kebalikan dengan saya ya. Saya adalah remaja yang tidak pernah ngerasain yang namnya jomblo :)

      Delete
  9. Masa-masa yang indah, ya? Tak akan terulang dan hanya bisa jadi kenangan. ;D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya betul Mbak, tapi pingin mengulang lagi ehehe

      Delete
  10. foto zaman aku SMA kemana yak, jadi pengen nyari pas lihat postingan mbak, aku gak terlalu banyak mengingat masa SMA soalnya sok rajin belajar dulu tuh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jaman saya ndak ada HP jadi fotonya pakai film, jadi fotonya difoto lagi pakai HP Mbak EV :)

      Delete
  11. ah senangnyaaaa.
    langgsgng trs ya mbak, aminnnn

    ReplyDelete
  12. Eh..aku juga pernah rangking 37 mbak pas SMA. Kelas 1. Tapi alhmdulillah kls 2 n 3 bisa memperbaiki posisi.. He..he. Btw, foto2 sma ku udah ntah kemana deh...

    ReplyDelete
  13. aku jg patjaran di putih abu2, hihih. prestasi? lumanyunnn

    ReplyDelete
  14. hihi. suaminya senyum2 pasti kalau baca ini ;)

    Barakallah Mba,
    dan terimakasih sudah ikut GA saya..

    ReplyDelete

Terima kasih atas kunjungannya.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...