Thursday, April 21, 2016

1001 Cara Untuk Mencari Rejeki

"Mbak suaminya kerja apa sich? Sopir ya? Kok kemarin saya ketemu lagi ngangkut kelapa?", Tanya seorang karyawan di grosir tempat saya biasa kulakan barang dagangan.

Jujur saya selalu bingung kalau ditanya tentang pekerjaan suami. Kalau saya bilang serabutan, kok kesannya kayak asal kerja gitu ya? Tapi sebenarnya memang serabutan sich, selain jaga toko, kerja apa saja dilakukan oleh suami asal bisa menghasilkan uang halal.


Kebetulan suami punya mobil pick up, yang kadang-kadang buat angkut kayu, pasir, batu bata, kalau musim panen angkut padi, dll. Kalau waktunya nggarap sawah, suami pergi ke sawah, kadang juga jadi makelar jual beli kendaraan atau tanah. Kadang nyetir kereta mini milik warga desa saya kalau kebetulan dapat job dobel, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Petani Padi
 Ini namanya nggaruk, salah satu kegiatan suami kalau musim tanam padi tiba. Seragam dinasnya kotor dan penuh lumpur.

Kadang orang heran dan tak percaya, "hah, suamimu ke sawah? Emang bisa?" begitu kata mereka. Kenapa ga bisa? Toh dulunya suami juga orang susah. Sejak kecil sudah terbiasa bantu orang tua di sawah sambil sekolah.

Keadaan ini memang sangat berbalik 180 derajat dengan waktu remaja (masa kami pacaran) dulu. Jaman itu, suami hanya luntang lantung ga jelas atau istilah kerennya jadi pengacara, pengangguran banyak acara. Kerjanya otak-atik motor, setiap tanggal muda selalu minta jatah uang jajan ke embahnya yang pensiunan. Sering kumpul-kumpul teman dan masih banyak lagi kegiatan ga jelas lainnya yang bikin orang illfil sama dia termasuk bapak saya.

Namun diantara segambreng kekurangan suami, ada satu keistimewaannya yang bikin hati bapak luluh dan akhirnya merestui hubungan kami. Yaitu, suami pernah belajar ngaji di salah satu pondok pesantren di Nganjuk. 'Ngerti agama', itulah yang menjadi alasan saya memilihnya.

Meskipun saya sendiri tidak tahu seberapa banyak kadar pengertiannya tentang agama tapi saya yakin aja kalau dia itu jodoh saya yang tepat. Saya yakin kalau seorang laki-laki ngerti atau faham agama pasti tahu tugas-tugasnya sebagai imam keluarga.

Etapi ga bisa dijadikan pedoman juga sich, ada juga kok di berita entertainment seorang ust*d yang menelantarkan istrinya, poligami atau apalah apalah itu. Jadi bagaimana donk? Entahlah.... Tapi yang jelas saya bersyukur banget karena tidak salah pilih suami. Ya meskipun suami saya bukan pegawai, kerjanya serabutan dan hasilnya kadang lebih gede dari pegawai tidak menentu.

Meskipun tidak punya mobil bagus tapi tetap bisa naik mobil bagus, ganti-ganti pula. *Mobil pinjaman* :)


Tapi tetap alhamdulillah, karena memang  begitulah hidup di kampung, harus kreatif dan pandai-pandai melihat peluang usaha. Kalau cuma mengandalkan hasil sawah, wong panennya 4 bulan sekali. Kalau cuma ngandalin toko, wong kadang-kadang banyak yang ngutang dan ga bayar.

Jadi tak ada salahnya toh menggunakan 1001 cara untuk mencari rejeki yang halal, agar dapur tetap bisa ngebul, berkah, bisa bikin rumah, biayain anak sekolah, syukur-syukur bisa pergi ke Mekkah. Amin.....






32 comments:

  1. Apapun pekerjaannya tetap bersyukur y Mba Tarry, semoga mba Tarry bisa mjd penyemangat suaminya dalam mencari rezeki ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amin....
      Banyakin bersyukur biar rejekinya mengalir terus :)

      Delete
  2. Hhahahaha pinjamannya juga ya. HIHiii. Buka kartu donk ye
    Hihihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pinjamannya orang2 ke saya yang lebih banyak #eaaaa sok kaya haha

      Delete
  3. Ga masalah mbak kerja "serabutan" karna sejatinya itu cara Alloh kasih rejekinya ke kita..yang penting halal dan barokah..mslh pekerjaan yg "ga serabutan" itu kdng2 cma persepsi orang aja.. btw, lama ga mampir disini :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya alhamdulillah biar serabutan Yang penting halal nya itu lho

      Delete
  4. sepakat Mba Kitty :)
    ada 1001 macam cara halal untuk mendapatkan rezeki :)

    intinya bersyukur yah Mba karena semakin kita bersyukur, nikmatnya akan semakin bertambah, amin..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak, alhamdulillah masih bisa bersyukur berapapun hasilnya jadi rejekinya berasa makin deres aja :)

      Delete
  5. alhamdulillah selalu ada cara mencari rejeki dan bersyukur selalu ada jalan terbuka...

    ReplyDelete
  6. Walau serabutan, asal demi keluarga dan halal, insyaAllah dimudahkan ya, mba. Itu namanya suami bertanggungjawab. Tetap semangat, mba :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul Mbak,
      Alhamdulillah dapat suami baik dan mau kerja keras :)

      Delete
  7. Disukuri saja mbak, asal halal dan selalu bersyukur :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya insyaallah selalu bersyukur biar rejekinya makin melimpah :)

      Delete
  8. Tuhan suka orang yang mencari nafkah dengan tangannya sendiri, yang penting halal. Lebih baik jual martabak untuk mendapatkan martabat daripada jual martabat untuk mendapatkan martabak.
    Sing rukun ya Naduk.
    Salam hangat dari Jombang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih pakdhe,
      Martabak lebih enak dari martabat Dhe :)

      Delete
  9. Replies
    1. Iya Mbak, alhamdulillah
      Tapi kalau nguli di bangunan ndak pernah Mbak. :)

      Delete
  10. SETUJU banget, Mbak....
    1001 cara menjemput rejeki...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak, sedikit2 kalau sumbernya banyak akhirnya ngumpul juga :)

      Delete
  11. yg penting halal dan nggak ngerugiin org lain ya, Mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau bisa mah nguntungin orang lain ya Jiah karena ikut kecipratan rejekinya suami :)

      Delete
  12. Saya pernah diberi nasehat oleh guru mengaji saya, kata beliau, "cari suami itu nggak harus yang punya pekerjaan tetap. yang penting mah tetap bekerja." :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya juga pernah dengar nasehat ini Mbak :)

      Delete
  13. Gapapa kerja serabutan tapi rejeki (yang halal pastinya) terus mengalir. Semoga berkah selalu ya, Mak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amin... Kalau berkah pasti rejekinya melimpah ya teh :)

      Delete
  14. sip mbak, bersyukur dan tak malu itu intinya. Ada loh yang bohong tentang pekerjaan suami hanay krn malu, padahal selama halal dan tak merugikan ornag lain kenapa gak

    ReplyDelete
  15. serasa mendapat dukungan membaca tulisan ini, makasih Mbak Tarry.. semoga rejeki keluarga kita menjadi berkah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semangaaat
      Biar serabutan yang penting berkah, sebentar lagi kami bisa bikin rumah lho Mbak :)

      Delete
  16. Apapun pekerjaannya yg penting halal mbak. Malah bagus kan suami mbak ulet, mau kerja apa aja dan nggak ongkang2 kaki. Semoga rejekinya lancar ya mbak.
    Salam Kenal

    ReplyDelete
  17. Mbak salam kenal ya. Entah mesti ngomong apa...saya sangat sangat salut sama mbak dan suami. Gak banyak orang seperti ini, dan mau membuka ceritanya ke publik, apalagi lewat blog seperti ini. Kagumlah saya sama mbak Tary. Saya belum baca semua artikel di blog mbak, tapi insya Allah akan baca karena baru aja join this site lewat google. Kayaknya banyak pengalaman menarik nan inspiratif nih yg bisa dibaca di sini.

    ReplyDelete

Terima kasih atas kunjungannya.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...