Saturday, May 14, 2016

#KisahTanggalTua TKW Hong Kong

Ini adalah sebuah acara Kompetisi Blogger ShopCoupons X MatahariMall. Yang diselenggarakan oleh ShopCoupons. voucher mataharimall dan hadiah disponsori oleh MatahariMall.
mataharimall-kompetisi

Sebagai seorang pedagang, saya merasa tidak ada yang spesial dengan #KisahTanggalTua saya. Mau tanggal muda atau tanggal tua perasaan sama saja. Karena setiap hari saya pegang uang, meskipun uang dagangan. Yang sewaktu-waktu bisa melayang ke tangan-tangan sales yang datang atau ke tangan grosir tempat saya kulakan dagangan. 

Kalau waktu masih jadi TKW di Hong Kong dulu, sering banget merasakan derita tanggal tua. Karena gajian hanya sebulan sekali, dan saya (sengaja) tidak mau memanfaatkan hari libur saya untuk jualan atau cari kerja part time agar mendapatkan uang tambahan, seperti teman-teman yang lain. Sebenarnya penghasilan dari kerja sampingan lumayan banyak, kadang malah melebihi gaji sebulan. Tapi saya tahu, selain yang tertulis di kontrak kerja, apa yang dilakukan TKW merupakan sebuah pelanggaran. Kalau ketahuan petugas imigrasi bisa kena denda dan masuk bui. Jadi lebih baik syukuri saja gaji yang ada, meskipun sering menderita di tanggal tua. 

Biasanya, setiap habis gajian saya langsung menyisihkan sebagian gaji untuk keluarga atau masuk rekening sendiri. Sisanya, untuk uang jajan, uang libur, bayar tagihan HP dan yang paling penting untuk kartu telpon. Kebetulan di kontrak kerja terakhir, saya menjalani Long Distance Marriage (LDM). Saya di Hong Kong, suami di Taiwan. Hidup tak hanya sebatas urusan perut tapi juga urusan rindu. Entah kenapa setelah menikah, mendengar suara istri menjadi suatu keharusan setiap harinya. Sehari saja tak mendengar suara istri bisa pusing pala barbie katanya suami. Memang ini sangat lebay tapi begitulah kenyataannya.  

Waktu itu komunikasi masih mengandalkan telpon, bukan internet. Dan telpon dari Taiwan ke Hong Kong itu mahal jadi saya yang harus ngalahi menelpon suami. Sehingga kartu telpon jadi semacam kebutuhan pokok untuk saya. Yang susah itu kalau ngobrolnya keasyikan dan tanpa sadar menghabiskan kartu $50. Tak jarang, uang jatah sebulan sudah menipis di minggu ke 3. Kalau sudah begitu, baru dech saya melakukan pengiritan asalkan bisa beli kartu telpon.

Kalau dompet sudah menipis begitu, hal yang saya lakukan setiap harinya adalah menutup mata saat lewat toko Indonesia. Karena apa? Setiap hari saya belanja ke pasar, dan saya selalu tergiur untuk mendekati tumpukan nasi bungkus ($15) atau nasi bungkus mika ($12) yang penampilannya sungguh menggugah selera. Sebenarnya saya sudah dapat jatah makan dari majikan, tapi saya suka sok-sokan beli makanan Indonesia yang harganya beberapa kali lipat dibanding roti tawar oles selai sendiri.
tarrykitty.com
Aneka menu Indonesia yang menggiurkan
Meskipun uang belanja diserahkan kepada saya dan tidak pernah di cek, tapi saya sungkan kalau harus ambil uang majikan. Daripada makanan yang saya makan tidak berkah dan tidak jadi daging, mendingan sarapan pakai roti oles selai saja toh. :)

Sedangkan untuk libur, saya lebih suka naik Tram atau Teng Teng yang waktu itu jauh dekat bayarnya hanya $2. Sangat murah dibanding dengan kendaraan lain yang mencapai $10 sekali jalan. Tapi kalau naik tram harus sabar, karena jalannya Tram kayak keong ngesot. Bagi saya tidak masalah, karena bisa melihat keindahan Hong Kong selama perjalanan.

Kalau libur ke 2 yang biasanya sudah mendekati tanggal tua, saya memilih duduk-duduk di lapangan Victoria Park, kumpul dengan teman yang suka masak atau teman yang lagi ulang tahun, biar dapat makan gratis. Atau setidaknya kumpul sama teman yang mengerti kalau saya lagi bokek. Jadi kalau tidak ada yang masak, kita cukup beli makanan yang dijual bebas oleh mbak-mbak TKW. Atau makan di KFC dan sejenisnya yang harganya lebih murah dibanding makanan Indonesia. Harganya rata-rata $20-30 sudah kenyang, BDD alias Bayar Dewe-Dewe.  
Victoria Park
Makan-makan di Victoria Park
Misalnya pingin jalan-jalan tapi tidak punya uang, saya memilih jalan kaki menyusuri suatu tempat. Apa tidak takut kesasar? Sering sich kesasar tapi tidak perlu khawatir, banyak papan petunjuk jalan kok. Kalaupun tidak menemukan jalan, cukup masuk stasiun Kereta bawah tanah di jamin bisa pulang ke tempat asal. 
Pernah saking bokeknya tapi pingin refreshing, seorang teman mengajak saya hyking ke The Peak, puncak tertinggi Hong Kong. Kebetulan jalurnya dekat daerah kami, jadi tidak perlu naik kendaraan apa-apa untuk memulai pendakian kami. Berangkat jalan kaki, bawa bekal sendiri, dan pulangnya baru naik bus. Lumayan, bisa irit beberapa puluh dollar. :)
tarrykitty.com
Hyking ke Puncak tertinggi Hong Kong "The Peak"
(Baca :Hyking Ke Puncak Tertinggi Hong Kong)

Kebiasaan lain yang sering saya lakukan saat tanggal tua adalah, sering mantengin promo di beberapa supermarket. Ada beberapa kebutuhan seperti sikat gigi, pasta gigi, pembalut dan beberapa lainnya, sengaja saya beli di supermarket karena jauh lebih murah dibanding toko Indonesia. 


Tapi waktu itu lihatnya promo di koran atau datang langsung ke tempatnya. Tidak seperti di mataharimall.com yang tinggal klak klik melalui gadget sudah bisa mendapatkan barang-barang kebutuhan yang lagi promo tanpa harus susah-susah keluar rumah.

Alasan saya beli sesuatu di supermarket, selain karena promo, juga karena bisa membayar pakai Octopus (kartu untuk naik kendaraan umum). Octopus ini bisa diisi ulang minimal $50 atau kelipatannya. Biasanya saya isi $100 setiap punya uang. Jadi kalau dompet sudah menipis, tinggal tut octopus di supermarket sudah bisa membayar barang belanjaan. Yang lebih menguntungkan pakai octopus bisa di hutang. Misalnya belanjaan $50, octopus isinya hanya $30 tetap bisa, tapi pengisian selanjutnya akan langsung di potong.
Octopus
Octopus
Jika berbagai usaha diatas sudah saya lakukan dan tetap tidak bisa menolong isi dompet saya, jalan terakhir yang saya tempuh adalah utang kartu telpon sama teman yang jualan kartu. Ya saat seperti itu yang saya butuhkan hanyalah kartu telpon, agar komunikasi dengan suami tetap lancar. Bayarnya kalau sudah gajian, bisa ditransfer atau ketemu saat libur. 

Itulah #KisahTanggalTua saya sebagai TKW di Hong Kong. Meskipun sekarang sebagai pedagang tidak merasakan derita tanggal tua, tapi tak ada salahnya mengikuti jejak Budi seperti yang ada di video di bawah ini:

#JadilahSepertiBudi

41 comments:

  1. bagi seorang pekerja, tanggal tua itu sesurtu yah Mba Tarry :)
    saya juga pengen nulis kisah tanggal tua tapi sampe sekarang belum nemu-nemu idenya euy..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak,
      Kalau punya usaha sendiri tidak kenal tanggal :)

      Delete
  2. tanggal tua itu memang bikin galau dan ketar ketir ya, idenya mbak Kitty oke juga nih, apalagi bisa ke mataharimall.com, pasti masih bisa belanja nih meski tanggal tua :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Biasa emak2 pada doyan diskon, di sana tempatnya ya Mbak :)

      Delete
    2. Biasa emak2 pada doyan diskon, di sana tempatnya ya Mbak :)

      Delete
  3. Dulu waktu masih kerja, begitu gajian aku biasa membagi uang dalam pos2 pengeluaran. Jadi mau tanggal tua atau muda sama aja,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Keren lah itu Mbak, ga pernah galau ditanggal tua ya :)

      Delete
  4. Octopus itu boleh ngutang sampe berapa mbak? *loh kok malah nanya ngutang?!
    Salam kenal ya mbak. Makasih sudah mampir ke blog saya.
    Aku mau ikut lomba ini tapi kok ya ga punya ide

    ReplyDelete
    Replies
    1. Eh ga tau juga ya sampai berapa, soalnya saya biasa kurang berapa belas $ aja sich. Lagian kalau banyak2 pas isi ulang lagi langsung gigit jari lah :)

      Delete
  5. Eh...itu Lauk menu indonesianya dipajangnya jadi gak menarik ya.. dijejal gitu naronya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, tapi dijejal rapi kok Mbak, maksudnya nasi campur sendiri, nasi pecel sendiri jadi tetap mudah nyarinya. Ini yang harga ekonomis di Toko Indonesia Mbak :)

      Delete
  6. Kayaknya saya tanggal tua atau engga tetep ngirit hehehe soalnya pengennya selalu ada cadangan uang. Andalan sama deh ama mba tarry, bawa bekel ama jalan kaki hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Biasanya kalau saya punya cadangan ikutan diembat juga Mbak. #dasarboros

      Etapi di Indonesia kalau jalan kaki kelihatan aneh kayaknya :)

      Delete
  7. Jadi kangen masa-masa di Hong Kong :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pernah ke Hong Kong juga ya teh? Kirain Taiwan aja

      Delete
  8. semoga menang
    aku belom pernah ke Hongkong :))

    ReplyDelete
  9. Pengen jalan-jalan ke Hongkong...*salahfokus hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hayuk jalan2 kesono Mbak, banyak yang endah2 lho :)

      Delete
  10. Rindu pun tidak hanya dengan suami, tapi dengan cita rasa Indonesia juga ya, Mbak, sampai rela ngeluarin berkali-kali lipat dari harga roti tawar sendiri :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak, disana harga makanan Indonesia lebih mahal. Tapi tetep aja diterjang karena rindu :)

      Delete
  11. Asyik banget ya Mbak, bisa jalan-jalan. Aduh aku susau bayangin Victoria Park seperti apa jika minggu. kalau lihat di belakangmu, kelihatannya rame ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Seperti di alun2 kalau malam minggu, kira2 seperti itulah Victoria park Mbak :)

      Delete
  12. akhirnya penasaran saya pada mbak Tarry selama ini bagaimana bila kangen makanan Indonesia terpenuhi :D
    Hayo bingung kan. Soalnya saya suka penasaran sama TKW itu, karena mikirnya kalau mereka kangen masakan kampung, pasti bikin sendiri. Ternyata nggak gitu juga, ada juga yang tetep ngincar nasi bungkus.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tkw Indonesia itu jadi sasaran empuk para pemilik modal usaha Mbak. Karena yang buka usaha toko/warung Indonesia bukan hanya penduduk keturunan indonesia-chinese saja tapi warga asli HK pun juga ikut2an lho. Jadi kami para TKW bisa menikmati makanan Indonesia dengan mudah, ndak harus masak sendiri :)

      Delete
  13. promo memang selalu menarik minat ya mba, apalagi kalau tnggl tua :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Asal jngan kalap aja ya Mbak, harus bisa pilih mana kebutuhan atau keinginan :)

      Delete
  14. Tarry, itu pengalaman tahun berapa? Tarry tahun berapa kembali ke Indonesia. Salut dengan kegigihannya ke LN

    ReplyDelete
  15. Lama ndak baca cerita-cerita mbak Tarry seputar Hongkong lagi :)) Sukses lombanya ya mbak ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gimana mau cerita seputar hong kong lah Sekarang udah tinggal di Indonesia raya je hehe

      Delete
  16. saya juga dikirim lomba tersebut, jadi sekarang mau keliling liat teman yang ikut lomba nih

    ReplyDelete
  17. Begitu suka dukanya hidup di negeri orang ya mbak
    Syukurlah skrg udah balik ke sini, moga2 usaha dagangnya tambah maju

    ReplyDelete
  18. Sukses ya mbak lombanya....enaknya wiraswasta, tak terpengaruh kalender yaa..

    ReplyDelete
  19. kapan ya bisa keluar negeri?? haruskah jadi TKI dulu #eh
    ..
    Ternyata tanggal tua itu gak hanya menyiksa pelajar aja ya, tapi embak-embak, emak-emak, bapak-bapak semua tersiksa.. hahaha.. kita tersiksa ditanggal tua, tapi kalau kita cermat sukak ambil diskonan barang ya gak merana lagi sih.. #eh ngomong apaan sih..
    btw salam kenal

    ReplyDelete
    Replies
    1. Eh ga usah jadi TKI Kali, jadi pelajar aja kalau mau ke luar negeri :)

      Delete
  20. saya baru tau kalo kerja disana, bisa nyari part time juga... tapi pastinya capek banget ya mba...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa Mbak, 1 jam biasanya $50. Capeknya langsung hilang kali kalau terima dollar :)

      Delete

Terima kasih atas kunjungannya.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...