Saturday, June 11, 2016

Rumah dan Nyanyian Suara Alam

Saat ini, saya masih tinggal bersama orang tua di kampung yang boleh dibilang sangat jauh dari kota. Rumah kami  paling ujung, di jalan buntu untuk mobil, dekat sungai, dan dekat rerumpunan bambu. Meskipun begitu, tapi bisa jadi tempat istirahat paling nyaman mengalahkan hotel bintang 5 lho.

Bagaimana tidak nyaman kalau yang terdengar setiap malam adalah nyanyian alam. Suara gemericik air dari sungai, pohon bambu yang saling bergesekan dan beberapa binatang yang saling bersahutan. Engkroooook....kriiiik kriiiik, teot teot, wuuuuuk, kira-kira seperti itu bunyinya. Perpaduan irama yang sangat aduhai untuk mengantarkan tidur kami bukan?.


Pantas saja ketika saya masih bekerja di Hong Kong, saya selalu merindukan rumah ini. Karena, di Hong Kong yang terdengar hanya bisingnya suara kendaraan yang hampir 24 jam. Padahal dulu saya mengeluh punya rumah di kampung banget. Tapi ketika jauh, ternyata saya merindukannya.

Rumah kami berantakan, tidak sebersih dan serapi rumah orang lain tapi tetap terasa nyaman buat kami. Selain kasur ada 2 tempat lain yang tak kalah menyenangkan di sudut rumah kami yaitu, teras samping rumah dan ruang keluarga sekaligus ruang tamu. Maklum rumah di kampung kalau tidak punya ruangan luas tidak akan puas.
Teras samping rumah kami
 Banyak yang bisa saya lakukan di teras yang ada  tangganya beberapa tingkat ini. Dari teras ini saya bisa melihat aliran sungai, pohon bambu yang bergoyang di terpa angin, Ayam yang mencari makan atau kejar-kejaran, Alfi yang main sepak bola, cabut uban suami dll.

Kalau malam, bisa menyaksikan langit yang bertaburan bintang dan bulan.  Kadang kalau Alfi sudah tidur, saya dan suami ngobrol apa saja di sini. Jadi semacam menikmati me time gitu dech, kalau berada di teras ini.
tarrykitty.com
Ruang multifungsi di rumah kami.
Kalau di ruangan ini, biasanya saya gegoleran sambil menatap kristik gambar ka'bah yang saya buat sendiri itu. Bukan tatapan biasa tapi tatapan yang mengandung arti dan harapan tentunya. "Suatu hari, saya harus bisa menginjakkan kaki disana". Selain itu, hampir setiap hari, Alfi minta diangkat sampai tangan mungilnya menyentuh ka'bahnya. Tak lupa saya panjatkan do'a untuknya agar suatu hari bisa kesana. Amin....
Tulisan ini diikutkan pada Giveaway For Food Photography Lover

17 comments:

  1. Sama mbak, ketika jauh aku jg kangen rumah Ngawi. rumah desa luasnya nggak ketulungan, haha.Ken bisa lari2 dan main sepeda sepuasnya. Pohon2 buanyak, jd rindang. Hewan2 jg masih banyak di sekitar rumah, bs mengenalkan langsung ke anak. Asyik pokoke kalau buat momong anak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak, bosen di rumah bisa diajak main2 sama hewan peliharaan ya :)

      Delete
  2. aku mau donk mbk tarry, duduk duduk di teras rumahmu, tenaaannnggg gt ya mbk,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak, apalagi kalau malem sepi bingit :)

      Delete
  3. Rumahku juga berantakan, Mbak :D.

    Rumah di kampung itu enak lho, skr malah banyak dicari.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tapi disini malah cari yang dipinggir jalan teh. Padahal harganya udah gila2an

      Delete
  4. makanya betah mbak. lha wong itu nggak cuma berbintang lima tapi berbintang trilyunan. :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha betul betul dan rumah saya sendiri juga tak jauh beda dengan rumah emak, malah mewah (mepet sawah) jadi makin leluasa lihat bintangnya

      Delete
  5. Rata-rata klo di desa, rumahnya luas2 ya mbak...bisa buat pngajian, numpuk panenan... Rumahku di desa juga kok mb.. Mirip gitu suasananya..tapi ga gitu luas. Standar. Males bersih2nya :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak, tapi sekarang udah banyak bangunan baru yang lebih mininalis jadi ga perlu capek bersih2 :)

      Delete
  6. benar Mba, rata-rata rumah di desa itu memiliki halaman yang luas :)
    sejak dulu saya selalu bermimpi punya rumah yang dekat dengan gemericik air loh, rasanya pasti tenang banget deh jika memiliki rumah yang seperti itu :)

    ReplyDelete
  7. Amin mbak, semoga tercapai keinginannya. Sebagai umat Islam itulah cita2 tertinggi kita.

    ReplyDelete
  8. iya mb tarry rumahku saat ini juga masi sederhana pisan, bahkan bocor atep dimana mana wkwk
    tapi tetep sejauh jauhnya maen, tetep nginep yang paling betah ya rumah sendiri

    ReplyDelete
  9. aku juga tinggal di desa mba... kalau malam syahdu, denger suara jangkrik ya mba hihihi...

    ReplyDelete
  10. semoga harapannya bisa segera terkabul ya mba Aamiin

    ReplyDelete
  11. mending suara alam drpd mesin hihih

    ReplyDelete
  12. mbak tarry...saya sangat terinspirasi dengan setiap tulisan sampean yang bersahaja & apa adanya. sampean benar2 membuat saya makin jauh dari kata gengsi.

    salam sejahtera di kampung

    ReplyDelete

Terima kasih atas kunjungannya.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...