Tuesday, September 10, 2019

Persiapan Pernikahan Yang Serba Dadakan

"Mak jangan menentukan hari pernikahan dulu, aku ndak tahu kapan pulangnya",  kata saya ke emak 11 tahun yang lalu. 


Mengenang masa-masa rencana pernikahan saya kok rasanya sedih,  seneng,  dan lucu.  Bagaimana tidak?  Disaat semua orang jauh-jauh hari mempersiapkan pernikahan seperti menentukan hari, pesan undangan, dan segala printilannya,  pernikahan saya dilaksanakan serba dadakan termasuk menentukan hari.

Jadi pada saat itu, saya masih bekerja di Hong Kong,  dan berencana ganti majikan karena nenek yang saya asuh saat itu cerewetnya minta ampun, dan semua anak-anaknya tentu saja membelanya. Ya sudah daripada ribet mending cari yang lain aja.

Jauh hari sebelum finish kontrak saya sudah mencoba mencari majikan lain. Agar saya bisa pulang cuti tepat waktu, sehingga bisa melaksanakan pernikahan sesuai hari yang ditentukan keluarga. (Yang ternyata batal karena hari yang dipilih sama dengan bulan pernikahan calon mertua.  Begitulah orang jawa,  dan kami harus mematuhinya).

Hari libur saya yang hanya 2 minggu sekali saya manfaatkan untuk interview majikan di beberapa tempat sesuai perintah agency. Dan alhamdulillah, semuanya zonk,  tidak satupun majikan yang memilih saya karena saya minta cuti pulang Indonesia dulu sebelum mulai kerja. Sedangkan visa kerja saya sudah hampir habis.

Saya galau,  dan benar-benar sudah putus asa. Takut rencana pernikahan saya akan gagal lagi seperti yang terjadi pada tahun 2005. Saya takut membuat kecewa emak dan keluarga calon suami lagi.  Makanya saya pesan sama emak,  ga usah mempersiapkan apa-apa sebelum deal,  kapan saya pulang.

Saat saya sudah putus asa, tiba-tiba saya dipanggil agency untuk interview majikan.  Ah lebih tepatnya bukan interview karena wanita yang ada dihadapan saya hanya marah-marah,  komplin tentang TKWnya yang katanya stress dan hanya sesekali memberikan pertanyaan kepada saya.

Setelah puas marah-marah,  wanita tersebut pulang tanpa ada keputusan menerima atau tidak saya.  Ya sudah,  saya pasrah, lagian wanita tadi galak amat, sama aja keluar dari kandang singa masuk kandang macan kalau saya jadi pembokatnya. Sayapun mulai suuzon. :)

Eh tak berapa lama wanita tersebut pergi,  agency panggil saya " Tari,  tanda tangan kontrak,  wanita tadi jadi ambil kamu". Tentu saja saya tak percaya dan malah lemas tak berdaya saking terharu bahagia. Dengan tangan bergetar saya tanda tangan lembar demi lembar kontrak kerja, untuk mengurus visa kerja ke imigrasi.

Baca:  Haruskah Pernikahanku Gagal Lagi

3 juni 2008, Agency memberi kabar kalau visa saya jadi tgl 24 juni dan tgl 25 saya bisa pulang Indonesia. Sedangkan jatah cuti saya hanya 13 hari. Nyesek sih, cuti nikah cuma 13 hari saja. Tapi mau bagaimana lagi?  Saya tidak punya pilihan.

Hari itu juga saya segera memberi kabar emak.  Dan hari itu pula persiapan pernikahan dimulai, termasuk menentukan hari, yaitu tgl 26 juni 2008 nikah Siri ke nganjuk, dan 2 Juli akad nikah ke KUA.

Awalnya kami santai aja,  karena rencananya kami hanya akan melaksanakan akad nikah secara sederhana karena keterbatasan waktu dan biaya.

Baca : Ada Berkah Di Balik Penipuan

Entahlah apa saja yang saya lakukan di Hong Kong,  hampir 5 tahun kerja tetep aja ga punya apa-apa. Sedangkan calon suami, yang mau kerja ke Taiwan, kena tipu penyalur TKI  belasan juta.  Jadi waktu itu kami sama-sama lagi kismin,  sampai-sampai mau beli cincin kawin saja kami batalkan biar uangnya bisa buat kebutuhan lainnya.

Baca:  Pernikahanku Tanpa Cincin Kawin

Kami yang tadinya tenang-tenang karena cuma mau akad nikah saja,  sekitar 2 minggu menjelang hari H,  emak berubah pikiran dan ngotot mau mengadakan pesta karena ada yang nyeletuk "Anak di Hong Kong nikah kok ndak rame-rame". 

Emakpun merasa tersanjung, apalagi saya anak perempuan pertama. Sehingga emak bertekad mau bikin resepsi meskipun uang yang saya berikan tak seberapa. "Mak,  aku ndak punya uang,  ngapain dengerin kata orang sih?",  kata saya berharap emak berubah pikiran.

"Sudah,  ndak usah mbok pikir.  Nikahin anak itu tugas orang tua",  jawab emak yang tetap teguh pada pendiriannya. Ya sudah akhirnya saya nurut kata emak.

Waktu itu emak pinjam uang kakak keponakan dan saudara depan rumah untuk menutup kekurangan biaya pernikahan saya. Alhamdulillah diberi kemudahan,  dan saya sendiri yang seharusnya sudah keluar dari rumah majikan,  masih di suruh mengurus nenek yang lagi sakit di rumah sakit sambil menunggu TKW baru, datang.  Jadi saya tetap dapat gaji selama +/- 3 minggu sebelum pulang Indonesia. Lumayanlah ya.

Semua persiapan pernikahan dilakukan oleh keluarga di rumah. Tentu saja sedikit rempong karena cuma punya waktu sekitar 2 minggu saja.  Untung saja kami nikah di rumah, dan untuk urusan rias, dekorasi,  dokumentasi, tenda, perabot untuk pesta dan lainnya bisa pesan di satu tempat dan masih sekampung,  jadi bisa lebih murah. Apalagi emak minta paket yang paling murah untuk menyesuaikan budget yang ada. 

Sedangkan urusan dapur,  emak belanja ke pasar dan sebagian besar sumbangan dari keluarga dekat, yang sudah datang sendiri-sendiri sebelum hari H.  Sehingga jatah belanja emak berkurang lumayan banyak. Alhamdulillah.....

Sampai akhirnya,  25 juni 2008 saya pulang ke Indonesia dengan pesawat Singapore Air lines dan hanya dijemput calon suami dan 1 saudara saja. Rencananya kami mau naik bus saja, biar lebih irit tapi ternyata ada TKW lain yang sewa travel dan ngajak patungan. Jadi saya tidak perlu berdesakan naik bus,  sedangkan embaknya bisa lebih ringan bayar travelnya. Alhamdulillah,  satu kemudahan kami dapatkan lagi.

Sampai rumah lewat tengah malam dan  di sambut gembira oleh keluarga karena saya sampai rumah dengan selamat.  Rupanya ada saudara yang memberi kabar kalau di Hong Kong terjadi hujan angin,  semua penerbangan di tunda. Padahal pesawat saya cuma delay 1 jam,  dan merupakan penerbangan pertama ke Singapore.  Jadi tidak pengaruh dengan jadwal kedatangan saya di Surabaya.

Baca:  3 Tahun Lalu Di Singapore

Paginya,  meskipun masih kelelahan saya harus ke balai desa untuk tanda tangan berkas-berkas yang sebelumnya sudah diurus oleh calon suami,  lanjut ke tukang rias untuk memilih baju pengantin. Iya,  saya cuma kebagian pilih baju pengantin aja,  selebihnya sudah disiapkan emak semua, termasuk undangan.

Sorenya, harus pergi ke Nganjuk untuk nikah siri di pondok pesantren tempat suami mondok dulu.  Ini memang salah satu anjuran dari pengasuh pesantren,  sebelum nikah di KUA harus nikah siri dulu di sana.
Nikah siri di Nganjuk,  26 juni 2008.

Baca:  Cerita Malam Pertama

Selain anjuran dari pengasuh pesantren,  nikah siri jadi penyelamat saya dan suami dari perbuatan dosa. Maklum,  kami hanya punya waktu 13 hari termasuk perjalanan, sedangkan akad nikah dilakukan seminggu setelah saya pulang. Jadi kami sudah halal sebelum akad nikah KUA dilaksanakan.
Akad nikah KUA, di rumah 1 juli 2008.

Sampai akhirnya,  hari H pernikahan saya tiba.  Semua rangkaian acara berjalan dengan lancar, meskipun persiapan pernikahan saya serba dadakan. Saya melihat wajah sumringah bapak sama emak yang telah mengantarkan anak perempuan satu-satunya ini menuju babak baru kehidupan yaitu pernikahan.
Resepsi pernikahan, 2 Juli 2008. Pakai dekorasi paling murah. 

Dan tak terasa, bulan Juli lalu,  pernikahan kami sudah menginjak tahun ke 11. Kami yang sempat menjalani Long Distance Marriage di awal pernikahan kami, kini sudah hidup bersama sejak akhir 2011 lalu.

Baca:  Bandara International Hong Kong, 11-11-2011

Banyak suka duka yang kami lewati, tapi kami saling menguatkan dan semoga selalu begitu, selalu bahagia, bersama hingga maut memisahkan. Amin...

Etapi ngomongin persiapan pernikahan, dulu itu beda banget dengan sekarang. Dulu meskipun saya di Hong Kong, tapi belum mengenal internet. Sedangkan sekarang, internet sudah ada digenggaman.  Mau cari ide-ide pernikahan unik dan menarik pun jauh lebih mudah.

Selain dari internet juga bisa melalui pameran pernikahan,  seperti yang diselenggarakan oleh Jakarta Event Enterprise (JEE) yaitu Bekasi Wedding Exhibition (BWE) yang memiliki kualitas setara  dengan pameran pernikahan yang diselenggarakan di Jakarta. 

Bekasi Wedding Exhibition telah diselenggarakan dengan sukses sebanyak 6 kali dan  merupakan wadah terbesar dan terbaik bagi lebih dari 60 vendor profesional se- Jabodetabek dalam memberikan penawaran terbaik sesuai kebutuhan calon pengantin,  koleksi-koleksi terbaru, serta ide-ide pernikahan untuk membantu masyarakat Bekasi dan  sekitarnya dalam mewujudkan impian pernikahan mereka.  

Dalam perjalanannya, BWE yang dilaksanakan selama 3 hari setiap eventnya, telah  dikunjungi hampir 50.000 calon pengantin beserta keluarga dari seluruh penjuru Bekasi,  Jakarta dan sekitarnya. Dan berkat animo yang luar biasa dari para vendor juga pengunjung,  dengan bangga Jakarta Event Enterprise kembali mempersembahkan 7th Bekasi Wedding  Exhibition yang akan diselenggarakan pada 13 - 15 September 2019 mendatang di Grand  Galaxy Convention Hall yang merupakan Convention Hall yang prestisius di Bekasi yang dapat menampung hingga 2500 orang. Jadi,  bagi yang mau cari gedung pernikahan di Bekasi,  tempat ini bisa jadi pilihan karena menyediakan paket all in one untuk calon pengantin. 

Seperti sebelumnya, 7th Bekasi Wedding Exhibition kali ini juga akan memberikan banyak  penawaran dan promo menarik bagi para pengunjung,  diantaranya: #BeliTiketDapatEmas bagi pembelian tiket online di  LOKET.COM, GOTIX, GOERS, TOKOPEDIA. Voucher potongan harga dan bonus tambahan dari para vendor, Voucher belanja langsung untuk setiap transaksi, Cashback total hingga 50 JUTA RUPIAH.

Nah yang berburu cashback yuk datang!  Pantengin IG @bekasiweddingexhibition untuk tau kategori cashback vendor yang  kamu butuhkan jatuh di hari apa.  Dan yang paling menarik ada GRANDPRIZE sebesar 100 GRAM EMAS (Logam Mulia) lho.  

Begitupun dengan konten acaranya; dimana selama acara berlangsung 7th Bekasi Wedding  Exhibition memiliki corner “FREE KONSULTASI” dengan para Wedding Expert bagi para  calon pengantin yang ingin bertanya seputar persiapan pernikahan sebelum menjelajah  vendor. Juga TALKSHOW bersama A’ ipan (Rifaldy Fauzi) dari Paperin Rose Wedding dan tamasia.id.
Salah satu vendor di WBE

Acara ini juga akan dibuka oleh H. Sandiaga Salahuddin Uno, B.B.A., M.B.A (Sandiaga Uno)  yang akan berdialog langsung dengan para vendor dan pengunjung 7th Bekasi Wedding  Exhibition.

Ayo tunggu apalagi?  Bagi yang tinggal di Bekasi dan sekitarnya bisa hadir untuk mendapatkan ide-ide pernikahan yang unik dan tak terlupakan sepanjang masa.

Tulisan ini diikutsertakan dalam Giveaway Pernikahan di www.liswantipertiwi.com

 #Bantunikahan
#GrandGalaxyConventionHall
#BekasiWeddingExhibition
#GiveawayPernikahan
#GrandGalaxyPark
#MenikahMudah
#JakartaEventEnterprise




2 comments:

  1. Saya salut sama Mba Tarry yang bisa menjalani LDM lumayan lama, tapi Alhmadulillah sekarang sudah bersatu ya mba dan ada krucil-krucil yang lucu :D

    ReplyDelete
  2. Prepare your wedding service with HIS Kologdam Bandung, one stop wedding service with all in one package. Peek us at https://www.instagram.com/his_kologdam/

    ReplyDelete

Terima kasih atas kunjungannya.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...